Prof. DR. Chairuddin Lubis (Rektor USU) Kepala Batu
Hentikan Represifitas terhadap Mahasiswa USU
“Turunkan Biaya Kuliah, Tolak Pungutan Biaya Almamater”
Salam Demokrasi!
Hari ini, Tanggal 20 Agustus bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) ke-57, puluhan mahasiswa USU yang tergabung dalam aliansi ALPAMAS USU (Aliansi Perjuangan Mahasiswa USU) yang beranggotakan FMN, SGC, KDAS, IMADIP, IME, dan IMIKS melakukan aksi massa. Aksi mengusung tema umum “Wujudkan Kampus yang Demokratis, Ilmiah, dan Mengabdi pada Rakyat”, salah satu tuntutan pokoknya adalah Penurunan Biaya Kuliah dan Menolak Pungutan Biaya Almamater.
Sekitar 20 massa aksi memulai aksinya menuju auditorium ke tempat Dies natalis berlangsung sambil membagi selebaran, yel-yel dan lagu-lagu perjuangan. Massa berkehendak menyampaikan tuntutannya kepada Prof. DR. Chairuddin Lubis, namun saat menuju pintu utama, massa aksi dihadang oleh aparat keamanan. Perwakilan massa berusaha untuk melakukan negosiasi pada aparat, namun upaya baik dari massa aksi malah disambut dengan provokasi. Aparat yang anti-Dialog tersebut membentak agar demonstrasi segera bubar Bahkan toa pengeras suara milik massa aksi pun dirampas. Massa aksi tetap bertahan namun segera direpresif oleh aparat keamanan yang terus melakukan provokasi, bahkan 2 diantara peserta aksi dikeroyok dan dituduh maling.
Demonstrasi masih terus berlanjut, yel-yel, lagu perjuangan dan orasi terus berkumandang, namun aparat terus melakukan provokasi. Beberapa perlengkapan aksi lainnya, seperti bendera dan poster menjadi sasaran perampasan aparat keamanan. Puluhan aparat keamanan tersebut kemudian mendorong massa aksi dan berusaha membubarkan, namun massa terus bertahan. Kemudian aparat melakukan pemukulan, menampar dan menginjak massa aksi, 5 orang diantaranya anggota FMN. Meskipun betapa tidak manusiawinya aparat kemanan dalam menanggapi aksi massa ALPAMAS USU, massa aksi tetap bertahan dan terus melakukan kampanye anti kekerasan, intimidasi serta mendesak untuk pada pihak rector untuk menurunkan biaya kuliah dan menolak pungutan biaya almameter.
Peristiwa di USU bukanlah kali pertama catatan aparat kemanan melakukan tindakan represif terhadap aksi-aksi protes rakyat. Sebelumnya aparat kemanan juga merepresif aksi protes mahasiswa di UIN Syarif Hidyatullah, Mahasiswa UI di depan DPR RI, Aksi protes petani di Takalar Sulawesi Selatan, Aksi protes petani Tapanuli Tengah, dll. Tindakan represifitas terhadap rakyat menunjukkan watak asli dari rezim yang anti rakyat. Rezim pengabdi setia kepentingan borjuasi besar komprador dan tuan tanah di dalam negeri. Rezim yang tak mungkin iba dengan segala kesengsaraan rakyat, karena mereka menari-nari diatas penderitaan rakyat.
Atas dasar pandangan tersebut, kami dari Pimpinan cabang Front Mahasiswa Nasion makassar menyatakan sikap :
1.Hentikan tindakan represifitas aparat kemanan terhadap aksi-aksi rakyat.
2.Realisasikan tuntutan penurunan biaya kuliah dan penolakan pungutan biaya almameter yang diajukan oleh ALPAMAS USU.
3.Hentikan komersialisasi pendidikan.
Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan seluruh gerakan rakyat untuk terus berjuang merebut hak-hak demokratis rakyat.
Rabu, 26 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar